Pilih sekolah yang bermutu dengan jurusan yang masih memberikan peluang kerja terbuka luas
Info Penting 21-Juli-2018 08:49:22
Segenap keluarga besar SMK Pelayaran Bhakti Samudera Surabaya, Detail
Berita Terkini 17-Desember-2018 11:59:30
4 TAHUN TOL LAUT, KEMENHUB KEMBANGKAN KONSEP INTEGRASI DAN TERKONEKSI END TO END UNTUK MENJANGKAU WI
AKARTA (9/12) - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut terus melakukan inovasi guna mengoptimalisasi penyelenggaraan Tol Laut yang telah memasuki usianya yang ke-4 Detail
  
VIDEO PROFILE
FACEBOOK
Email
bhakti_samudera@yahoo.com
spmbhaktisamudera@gmail.com
Alamat
Jl. Simo Hilir Raya No. 12 Surabaya
Telp. 031 7321415
Fax. 031 7344369
STATISTIK WEB

IP Address : 54.163.19.57
Berita
27-November-2018 11:02:55
SIDANG DEWAN IMO KE-121 HASILKAN BEBERAPA KEPUTUSAN STRATEGIS


LONDON (23/11) - Sekretaris Jenderal International Maritime Organization (IMO), Mr. Kitack Lim secara resmi menutup Sidang Dewan IMO ke-121 yang telah berlangsung tanggal dari 19 s.d. 23 November 2018 di Markas Besar IMO, London, Inggris.


Adapun Sidang Dewan IMO ke-121 menghasilkan beberapa keputusan strategis bagi negara-negara anggota, termasuk Indonesia.

"Salah satu keputusan yang dihasilkan yaitu sidang menyepakati secara aklamasi Sekretaris Jenderal IMO Mr. Kitack Lim untuk melanjutkan periode kedua Jabatan Sekjen IMO untuk periode 2019-2023," ujar Kepala Pusat Fasilitasi Kemitraan dan Kelembagaan Internasional Kementerian Perhubungan, Agus Prihatin Saptono di London, Jumat (23/11).

Selain itu, Agus menambahkan, sidang juga mengesahkan laporan Sidang Marine Environment Protection Committee (MEPC) ke-73 dan Technical Cooperation Committee (TC) ke-68 serta laporan Open Ended Working Group (OEWG) mengenai Reformasi Dewan, dan Working Grop tentang Strategic Plan (Rencana Strategis). 

Pada Sidang Dewan ke-121 ini, Delegasi Indonesia memberikan prioritas pada pembahasan agenda utama, yaitu di Agenda 3 tentang Strategy, Planning and Reform dengan sub agenda tentang Reformasi Dewan. 

"Indonesia turut berkontribusi pemikiran dalam reformasi dewan dengan menyampaikan submisi terkait reformasi dewan IMO yang memaparkan pandangan Pemerintah Indonesia mengenai aspek-aspek tertentu dari proposal reformasi Dewan," kata Agus.

Agus menjelaskan, dalam submisi Indonesia menyoroti peran Dewan dalam pembuatan kebijakan, kriteria keanggotaan Dewan dengan memperhatikan kondisi geografis khusus seperti "pulau dan negara kepulauan", masa jabatan dewan dan periode pemilihan umum serta transparansi. 

Menindaklanjuti hasil sidang, menurut Agus, Pemerintah Indonesia perlu mencermati potensi kerjasama dengan IMO untuk meningkatkan kepatuhan Indonesia atas instrumen dan protocol IMO yang telah diratifikasi, termasuk persiapan Indonesia menghadapi IMSAS (IMO Member State Mandatory Audit Scheme) pada tahun 2022 mendatang.

"Pemerintah juga perlu  menindakanjuti terkait kolaborasi kerjasama di bidang technical cooperation yang telah dilakukan Indonesia dengan Sekretariat IMO yang dilaksanakan oleh berbagai Kementerian dan Lembaga Pemerintah terkait pada pertemuan-pertemuan IMO yang relevan," imbuhnya.

Adapun hasil dari Sidang Dewan IMO ini juga akan menjadi salah satu acuan untuk melaksanakan background study pembangunan teknokratik untuk mendukung Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Perhubungan tahun 2020-2024.

Sementara itu di sela-sela Sidang Dewan, Delegasi Indonesia juga melakukan beberapa pertemuan/side meeting, salah satunya pertemuan dengan Delegasi Australia, yang membahas mengenai program-program kerjasama maritim antara Indonesia – Australia dan rencana saling dukung pada pemilihan Anggota Dewan IMO tahun 2019. 

Selain itu, Delri juga mengadakan pertemuan dengan Head Asia and Pacific Section, Technical Cooperation Division IMO, guna membahas persiapan pelaksanaan program kerjasama teknik di bidang keselamatan kapal ferry domestik (Hazid/Scoping Exercise for Domestic Ferry Safety in Indonesia), yang akan diselenggarakan di Jakarta tanggal 26-30 November 2018.

Delegasi Indonesia juga melakukan pertemuan informal dengan Direktur Jenderal IMSO (International Maritime Satellite Organisation), yang membicarakan mengenai rencana penyelenggaraan Seminar on Wider Use of Maritime Satellite Use yang direncanakan akan digelar pada tahun 2019, dimana salah satu fungsinya adalah sebagai early warning system untuk mendeteksi tsunami, coverage area untuk kapal non-konvensi, dan sebagainya. 

Sebagai informasi, Sidang Dewan ke-121 yang dipimpin oleh Mr. Zhang Xiaojie (China) dan Wakil Ketua Mr. Vice Admiral (Ret) Edmundo De Ville de Campo (Peru), dihadiri oleh perwakilan negara-negara anggota Dewan IMO sejumlah 40 negara, serta observers dari negara-negara anggota IMO dan berbagai asosiasi di bidang maritim. Adapun Delegasi RI pada Sidang Dewan IMO ke-121 diketuai oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan, Sugihardjo.

Selanjutnya, pelaksanaan Sidang Dewan IMO ke-122 rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 15 s.d. 19 Juli 2019 di Markas Besar IMO, London, Inggris.

Sumber Berita:
http://hubla.dephub.go.id/berita/Pages/-SIDANG-DEWAN-IMO-KE-121-HASILKAN-BEBERAPA-KEPUTUSAN-STRATEGIS.aspx


[bhaktisamudera.com]